Saturday, 10 August 2019

Dalam Islam, Listrik itu Modal atau Komoditi?





Islam adalah agama fitrah yang tak hanya mengatur persoalan ibadah, namun menyeluruh ke semua aspek kehidupan, dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali, bahkan hal kegiatan ekonomi pun diatur dalam Islam. Tak terpungkiri pula, jika salah satu aspek saja mengikuti aturan Islam, insya Allah hasilnya pun baik, berkah dan bermanfaat untuk banyak orang, bukan hanya muslim saja, para kafir pun terciprat manfaat dan barokahnya.

Salah satu hal yang terkait dengan kegiatan ekonomi adalah penyediaan bahan baku kegiatan ekonomi. Salah satu “bahan baku” tersebut adalah energi, dalam hal ini saya sempitkan ke energi listrik. Betapa saat ini listrik begitu vitalnya dalam kehidupan sehari-hari sampai-sampai padam setengah hari sistem kelistrikan di pulau Jawa tanggal 4 Agustus 2019 silam berimbas pada lumpuhnya banyak kegiatan ekonomi rakyat, dari UMKM sampai skala industri. Sebenarnya, padam massal listrik ini (dalam istilah teknisnya disebut blackout), pernah terjadi di tahun 2002, sebelumnya lagi di tahun 1997. Yang menjadi perhatian di sini, recovery pada peristiwa padam-padam sebeumnya tersebut dapat dengan cepat, bahkan tidak sampai setengah hari (saya masih ingat saat padam tahun 2002 sekitar pukul 19.30an WIB, dan tidak sampai tengah malam, listrik di tempat saya sudah norml menyala kembali). Hal ini ironi dengan padam 4 Agustus 2019 lalu, di saat teknologi sistem proteksi tenaga listrik smakin berkembang dan sensitif terhadap gangguan, mengapa recovery menjadi lebih lama?

Sunday, 4 August 2019

FIM, Atas Tilikan Personaku


Forum Indonesia Muda (FIM). Setelah saya mempelajari dari berbagai sumber daring relevan tentang FIM selama beberapa tahun ini, lingkup organisasi ini menurut saya yakni seputar pemberdayaan masyarakat (people and society empowerment) untuk menghasilkan sesuatu yang signifikan bagi lingkungan sekitar para anggotanya/alumninya/ setidaknya yang pernah berkecimpung dalam sub-sub kegiatan di FIM. Keluarannya pun tidak hanya dituntut untuk menghasilkan, namun harus bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Solidaritas antar alumninya pun termasuk yang menurut saya itu kuat, terbukti antara lain dengan kekonsistenan mengadakan pelatihan dari tahun ke tahun sejak 2003 (tapi saya yakin, cikal bakalnya pasti sudah ada beberapa tahun sebelum ini).

Wednesday, 14 September 2016

Sepotong Jalur Terpenggal



Apa ini terpotong dari sepenggal jalur?
Di hulu masih berputar, di sebrang anggap ujung.

Pun benar pasti terus berkirim selamat,
pun dusta pasti terus bertutup kabut hilang.

Meski diri hampa karna tak menutup.
Meski lingkungan lihat berat sangka.

Namun luar kuasa jadikan hampa berubah berat.
Namun lemah bertarung tak berbanding bakti.

Diriku di jalur mana.
Kini jadi tak penting pun tak berkepentingan.
Diriku telah menuju-kannya ke mulia detik dan pijakan.

Mungkin tertuju tak berbalik.
Tapi penunjuk tuju semoga selalu baik,
sinergi dengan pencipta tuju.

(ANP - 160914)

Friday, 12 June 2015

FR: Seminggu Bermalam di Semarang



       
Row Depan Hotel Semesta Semarang

 PNA, (12/6/2015) - Lama sudah tidak mengunjungi Semarang. Ibukota Jawa Tengah ini mempunyai kesan tersendiri bagi saya yang pernah menetap di kota Lumpia ini walau hanya 1 tahun saja pada sekian waktu silam.

Thursday, 11 June 2015

Rizki Sudah Ditentukan, Kenapa Bagianku Kurang dari Bagiannya?


Sebuah percakapan berlangsung antara mekanik senior ahli (M) dengan dokter spesialis bedah jantung (D) sebagai berikut:

Wednesday, 10 June 2015

Gembok dan Kunci: Masalah dan Solusinya


Kita hidup di dunia ini pasti tidak lepas dari masalah. Bagaikan garam di sayur,  masalah pun menjadi bagian dari keseharian kita. Namun,  itu semua tergantung dari kita bagaimana menyikapi masalah-masalah hidup kita apakah "garam" tersebut menambah nikmatnya hidup atau malah menjadi sebuah sajian paria dan brotowali yang disajikan dengan jamu godog super pahit bagi kita.

Tuesday, 9 June 2015

Hukuman Bagi Pelaku "Jam Karet"


Bangsa kita terkenal dengan gotong-royong dan tenggang rasa-nya, entah itu hanya di pelajaran PMP,  PPKn,  PKn dan  pelajaran sejenis atau memang nyatanya kehidupan bermasyarakat kita cenderung mengusung tinggi budaya lihir tersebut. Hal ini yang menjadi keunggulan/nilai lebih bangsa kita di mata asing luar negeri.